Pemikiran Pendidikan Islam Imam Syafi'i
ما في المقام بذي عقل وذي ادب من راحة فدع الأوطان وغترب
سافر تجد عوضا عن تفارقه وانصب
فإن لذيذ العيش في النصب
اني رايت وقوف الماء يفسده إن سال طاب
وإن لم يصل لم يطب
الأسد لو لا فراق الغاب ما افترست
السهم ولو لا فراق القوي لم يصب ¹
Artinya, Bagi yang berakal dan terdidik, menyesuaikan kenyamanan. Tinggalkan lah negerimu dan berkelanalah. Merantaulah, kamu akan mendapatkan pengganti yang kamu tinggalkan dan kemudian berjuang sungguh-sungguh saya melihat udara yang diam itu tidak akan baik dipandang, jika tidak, tentu akan dilihat indah, maka akan jelek dipandang. Singa saja jika tidak keluar dari hutan, ia tidak akan dapat memangsa dan busur pun tidak berarti apa-apa jika anak panah tidak terlepas.
Dari Sya'ir itu dapat dipahami, bahwa berdiam di satu daerah, tidak mencoba belajar ke berbagai tempat bagaikan air yang diam, tidak mengalir.
Air yang diam tidak lebih baik dilihat daripada air ya ngalir. Al-Qur'an menggambarkan surga itu, di bawahnya ada sungai-sungai mengalir airnya. Orang yang tidak mau melakukan rihlah ilmiah bagaikan singa yang tidak mau keluar dari hutan. Jika ia bertahan di hutan ia tidak akan bisa memangsa dan tidak terlihat hebat. Busur itu pun tidak fungsional jika anak panah tidak dilepaskan darinya. Ia akan mengenai sasaran jika telah dilepas.
Semangat rihlah ilmiah ini berabad-abad kemudian diungkapkan oleh pembaharu Mesir, Syaikh Muhammad Abduh yang mengatakan halwa "al-safaru min arkán al-tarbiyah: berkelana adalah wajib dalam menuntut ilmu
so, guys menuntut ilmu itu lebih baik keluar dari kampung halaman, merantaulah, berkelanalah, rihlah lah karena ilmu itu ada disemua tempat, dan perlu diingat apa yang kita cari itulah yang kita dapat, apabila itu baik maka baiklah yg akan kita dapat tapi apabila sebaliknya, maka sebaliknya pula lah yang kita dapat.
Semoga Bermanfaat

Daging banget bukan😁
BalasHapus